Jadidapat dikatakan, kearifan lokal disetiap daerah berbeda-beda tergantung lingkungan dan kebutuhan hidup. Contoh Kearifan Lokal Hutan Larangan Adat ( Desa Rumbio Kec. Kampar Prov. Riau )
12 Contoh Kearifan Lokal 1.2.1 Sasi (Maluku) 1.2.2 Pahomba (Sumba Timur- Nusa Tengara Timur ) 1.2.3 Subak (Bali) 1.2.4 Tri Hita Karana (Bali) 1.2.5 Bersih Deso (Desa Gasang-Jawa Timur) 1.2.6 Wewaler (Desa Bendosewu-Jawa Timur) 1.2.7 Seren Taun (Kasepuhan Sirnaresmi-Jawa Barat) 1.2.8 Piil Pasenggiri (Lampung) 1.2.9 Ke-Kean (Sumatera Selatan)
Tetapiyang pasti, dalam penentuan karakteristik kearifan lokal bisanya meliputi meliputi pengetahuan, rumah adat, baju adat, alat musik tradisional, artefak (peninggalan khas), ide, pola pikir, norma sosial, norma kesusilaan, dan nilai luhur suatu wilayah tersebut. Kearifan Lokal
Darisemua pemahaman sebelumnya, inti dari definisi kearifan
KearifanLokal, Pengetahuan Lokal dan Degradasi Lingkungan KEARIFAN LOKAL, PENGETAHUAN LOKAL DAN DEGRADASI LINGKUNGAN Erwan Baharudin Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Esa Unggul, Jakarta Mahasiswa Pascasarjana Antropologi Universitas Indonesia, Jakarta Jln. Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Je
Ritualyang mereka lakukan yakni dengan menghanyutkan kepala kerbauk yang sudah di sembelih sebagai simbol. 2. Contoh Kearifan Lokal di Bali. Bali dikenal memiliki banyak sekali budaya yang sudah mereka lakukan sejak turun-temurun bahkan mampu menarik wisatawan mancanegara. Ada beberapa contoh kearifan lokal yang bisa Anda lihat berikut ini.
Artinya pengetahuan lokal merupakan algamasi dari kearifan, pola pikir, dan teknologi sehingga ketiganya tidak valid untuk dipisahkan berdiri sendiri. Pengetahuan lokal dikembangkan melalui proses pengamatan, pengalaman praktik, dan adaptasi terus menerus, diingat dan dikomunikasikan secara verbal, serta di teruskan melalui pewarisan regeneratif.
Sementaraitu, fungsi kearifan lokal adalah sebagai berikut: Konservasi dan pelestarian sumber daya alam. Mengembangkan sumber daya manusia. Sebagai pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan. Bermakna sosial, misalnya upacara daur pertanian.
0uRt9. Jakarta - Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Pengetahuan ini untuk menjawab berbagai masalah dalam memenuhi kebutuhan modul "Sosiologi SMA Kelompok Kompetensi I" yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sistem pemenuhan kebutuhan meliputi seluruh unsur kehidupan, yaitu agama, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, organisasi sosial, bahasa dan komunikasi, serta lokal dipandang sangat bernilai dan mempunyai manfaat tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Kearifan lokal menjadi bagian dari cara hidup untuk memecahkan segala permasalahan kearifan lokal atau kearifan tradisional atau sistem pengetahuan lokal indigenous knowledge system adalah pengetahuan yang khas milik suatu masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang lama sebagai hasil dari proses hubungan timbal balik antara manusia dengan lokal itu tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya atau lintas etnik sehingga membentuk nilai budaya yang bersifat hampir di setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan umumnya etika dan nilai moral yang terkandung dalam kearifan lokal diajarkan turun-temurun, diwariskan dari generasi ke generasi melalui sastra lisan antara lain dalam bentuk pepatah, semboyan, dan peribahasa dan kearifan lokal tercermin pada nilai-nilai yang berlaku pada sekelompok masyarakat tertentu. Nilai-nilai tersebut akan menyatu dengan kelompok masyarakat dan dapat diamati melalui sikap dan tingkah laku mereka dalam kehidupan lokal dapat dipandang sebagai identitas bangsa, terlebih dalam konteks Indonesia yang memungkinkan kearifan lokal bertransformasi secara lintas budaya yang pada akhirnya melahirkan nilai budaya Indonesia, kearifan lokal adalah filosofi dan pandangan hidup yang mewujud dalam berbagai bidang kehidupan, meliputi tata nilai sosial dan ekonomi, arsitektur, kesehatan, tata lingkungan, dan kearifan lokal yang bertumpu pada keselarasan alam telah menghasilkan pendopo dalam arsitektur Jawa. Pendopo dengan konsep ruang terbuka menjamin ventilasi dan sirkulasi udara yang lancar tanpa perlu penyejuk Kearifan Lokal NusantaraAda beberapa kekayaan budaya, kearifan lokal nusantara yang terkait dengan pemanfaatan alam, diantaranya Masyarakat Papua, terdapat kepercayaan te aro neweak lako alam adalah aku. Tanah dianggap sebagai bagian hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya alam harus Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celako kumali. Kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan tata nilai dalam berladang dan tradisi Dayak Kenyah, Kalimantan Timur. Terdapat tradisi tana' ulen. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adatMasyarakat Bali dan Lombok. Mempunyai kearifan lingkungan awig-awig. Awig-awig adalah patokan tingkah laku yang dibuat masyarakat berdasarkan rasa keadilan dan kepatutan masyarakat Baduy mempunyai kearifan lingkungan yang mendasari mitigasi bencana dalam bentuk pikukuh ketentuan adat pokok yang mengajarkan antara lain gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak gunung tidak boleh dihancurkan, sumber air tidak boleh dirusakNah, itulah penjelasan mengenai kearifan lokal beserta contohnya. Semoga kearifan lokal di daerahmu tetap terjaga ya, detikers. Simak Video "'Kencan Nonton Wayang', Potret Perjalanan Seni Rupa di Yogyakarta" [GambasVideo 20detik] pal/pal
Ilustrasi batik, salah satu kearifan lokal. Foto Shutter StockKearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia perlu dilestarikan. Sebab, di dalamnya terkandung etika dan nilai moral yang dapat menuntun manusia untuk meraih kehidupan yang harmonis, baik dengan sesama manusia maupun dengan alam di Sosiologi Paket C Setara SMA/MA Kelas XII Modul Tema 13 tulisan Puji Raharjo 2020 4, Sibarani mendefinisikan kearifan lokal sebagai bentuk pengetahuan yang berasal dari nilai luhur budaya setempat untuk mengatur tatanan kehidupan dengan Sibarani, Apriyanto menyebut bahwa kearifan lokal adalah berbagai nilai yang diciptakan, dikembangkan, dan dipertahankan oleh masyarakat untuk menjadi pedoman hidup apa saja ciri-ciri dan bentuk kearifan lokal? Dan apa saja contohnya di Indonesia? Simak penjelasannya berikut iniCiri-Ciri Kearifan LokalMasyarakat suku Baduy yang tak memakai alas kaki di dalam perjalanan. Foto Helmi Afandi/kumparanMemiliki kemampuan bertahan dari pengaruh budaya kemampuan mengakomodasi budaya kemampuan memberi arah perkembangan kemampuan mengintegrasi atau menyatukan budaya luar dan budaya Kearifan LokalSecara umum kearifan lokal dikategorikan dalam dua aspek, yaitu yang dapat dikenali dengan mudah atau tampak dengan indera dan kearifan lokal yang tidak Lokal yang Berwujud Nyata TangibleIlustrasi keris Foto ANTARA FOTO/Maulana Surya1. Tekstual berupa sistem nilai, tata cara, dan ketentuan khusus yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Beberapa contohnya adalah primbon dan Bangunan/Arsitektur Setiap rumah adat di Indonesia memiliki keunikan masing-masing yang mencerminkan budaya mereka, termasuk bagaimana cara mereka beradaptasi dengan lingkungan. Salah satu contohnya adalah rumah gadang dari Sumatera Barat. Rumah yang berbentuk panggung sengaja dibuat sebagai proteksi terhadap Benda Cagar Budaya/Karya Seni Benda cagar budaya ini bisa berupa patung, senjata, alat musik, dan tekstil. Contohnya adalah batik, kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi. Tidak hanya itu, setiap motif batik juga memiliki makna Lokal yang Tidak Berwujud IntangibleKearifan lokal yang tidak berwujud berupa petuah yang berisi nilai-nilai tradisional. Kearifan ini disampaikan secara verbal dan diwariskan secara turun temurun. Contoh Kearifan Lokal di IndonesiaWarga menyeberangi jembatan di Kampung Baduy Luar, Lebak, Banten. Foto Helmi Afandi/kumparanNenek moyang bangsa Indonesia telah mengalami serangkaian proses belajar. Melalui proses tersebut, mereka menghimpun berbagai pengetahuan, salah satunya mengenai bagaimana cara memperlakukan alam sekitar dengan buku Modul Pelatihan Guru Sosiologi SMA tulisan Lilik Tahmidaten 2016, terdapat beberapa kearifan lokal Nusantara yang terkait dengan pemanfaatan alam, di antaranya yaituMitigasi Bencana ala Masyarakat BaduyMasyarakat Baduy memiliki kearifan lingkungan dalam bentuk pikukuh ketentuan adat pokok yang mengajarkan gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak gunung tidak boleh dihancurkan, sumber air tidak boleh dirusak.Kepercayaan Te Aro Neweak Lako PapuaMasyarakat Papua memiliki kepercayaan te aro neweak lako yang bermakna “alam adalah aku”. Tanah dianggap sebagai bagian hidup manusia sehingga sumber daya alam harus dimanfaatkan secara dan Tabu Tentang HutanMasyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh, Jawa Barat mengenal mitos dan tabu tertentu sehingga pemanfaatan hutan harus dilakukan secara hati-hati. Eksploitasi tidak diperbolehan kecuali atas ijin sesepuh Kearifan LokalBentuk Kearifan Lokal Kearifan Lingkungan Masyarakat Baduy
- Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang membentuk jati diri suatu bangsa. Kearifan lokal tidak hanya berasal dari daerah di Indonesia. Namun, juga berbagai bidang, contohnya dalam sistem konservasi tanah dan air. Dilansir dari pemakalah utama 4 berjudul Mengangkat Budaya dan Kearifan Lokal dalam Sistem Konservasi Tanah dan Air, secara etimologi kearifan lokal terdiri dari dua kata. Dua kata tersebut adalah kearifan wisdom dan lokal local. Berdasarkan pemahaman dari KBBI lokal berarti setempat. Sementara kearifan, berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, kearifan lokal berarti gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, dan berniat baik. Gagasan-gagasan tersebut tertanam, dan dipatuhi oleh anggota masyarakat. Para ahli mengemukakan beberapa pengertian terkait pengertian lokal. Beberapa pengertian tersebut, pertama dikemukakan oleh seorang penulis dari London yang bernama HG. Quaritch Wales. Menurut Wales, kearifan lokal disebut juga sebagai local genius. Local genius berarti, sejumlah ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat sebagai sebuah akibat dari pengalamannya di masa lalu. Sementara menurut penulis Yunus Abidin, kearifan lokal dipahami sebagai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. Budaya tersebut ditempatkan pada suatu lokasi tertentu. Tidak hanya itu, budaya juga dianggap mampu bertahan dalam menghadapi arus globalisasi. Lantaran, kearifan lolak tersebut mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai sarana pembangunan karakter bangsa. Bedasarkan dasar hukumnya pada UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tatanan kehidupan masyarakat. Tujuannya yaitu, untuk melindungi, dan mengelola lingkungan hidup dengan lestari. Dari semua pemahaman sebelumnya, inti dari definisi kearifan lokal yaitu kumpulan pengetahuan berupa nilai, norma, dan aturan-aturan khusus yang berkembang. Aturan-aturan tersebut mesti ditaati dan diwariskan dari generasi ke generasi. Contoh Kearifan Lokal Tanah dan Air dalam Bidang Budaya Kearifan lokal yang berkaitan dengan konservasi air dan tanah dapat berupa nilai-nilai yang diwujudkan dalam praktik ritual, maupun upacara adat. Konservasi tersebut juga dapat diwujudkan dalam bentuk anjuran maupun larangan untuk tidak menggunakan sumberdaya air dan tanah secara berlebihan. Selain itu, konsevasi juga dapat diwujudkan berupa sanksi bagi orang-orang yang melanggar aturan di dalamnya. Berikut ini beberapa contoh praktik budaya dan kearifan lokal di Indonesia 1. Di Jawaa. Pranoto Mongso Berdasarkan bahan bacaan Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 berjudul Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan milik Suhartini Pranoto mongso merupakan aturan waktu musim yang digunakan oleh para tani di pedasaan. Aturan tersebut didasarkan pada naluri dari leluhur, dan dipakai sebagai dasar untuk mengolah pertanian. Maka itu, pranoto mongso memberi arahan kepada petani untuk bercocok tanam dengan cara mengikuti tanda-tanda alam dalam mongso yang bersangkutan. Sehingga, pemanfaatan tanah oleh petani sifatnya terukur. Meskipun, air dan saluran irigasi sudah tersedia dengan baik. Praktik ini dipercaya dapat menjaga keseimbangan alam. b. Nyabuk GunungNyabuk gunung merupakan praktik bercocok tanam dengan cara membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis kontur. Praktik ini umumnya berlangsung di lereng Bukit Sumbing dan Sindoro. Nyabuk gunung adalah suatu wujud konservasi lahan dalam bercocok tanam. Hal itu karena didasarkan pada garis konturnya. Berbeda dengan praktik nyabuk gunung di Dieng yang memotong kontur pada saat bercocok tanam. Memotong kontur dapat mempermudah terjadinya longsor. c. Menganggap Suatu Tempat Keramat Khususnya Pada Pohon Besar Beringin Anggapan tentang tempat keramat cenderung membuat banyak orang tidak merusak tempat tersebut. Sebaliknya, mereka akan memelihara tempat itu. Bahkan, tidak berani untuk membuang sampah sembarangan. Mereka takut jika nanti karma buruk akan diterima di kemudian hari. Misalnya, pada pohon beringin besar. Praktik ini merupakan bentuk konservasi karena dengan memelihara pohon, maka seseorang akan menjaga sumber air. Hal ini disebabkan karena, pohon beringin memiliki akar yang sangat kuat. Dekat lokasi akar pohon yang kuat, biasanya ada sumber air. 2. Di Sulawesi Di Sulawesi terdapat komunitas adat Karampuang. Komunitas adat itu berperan dalam pengelolaan hutan. Mereka meyakini bahwa hutan merupakan bagian dari alam dirinya. Sehingga, untuk menjaga keseimbangan ekosistem, di dalamnya terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat. Aturan itu akan dibacakan oleh seorang galla atau pelaksana harian pemerintah adat tradisional sebagai suatu bentuk fatwa adat. Pembacaannya akan dilakukan di hadapan dewan adat dan warga sebagai suatu bentuk peraturan bersama. 3. Di Baduy DalamMasyarakat Baduy meyakini bahwa mereka adalah orang yang pertama yang diciptakan sebagai pengisi dunia dan bertempat tinggal di pusat bumi. Segala gerak laku masyarakat Baduy harus berpedoman kepada buyut yang telah ditentukan dalam bentuk pikukuh karuhun. Tidak ada seorang pun yang berhak dan berkuasa untuk melanggar dan mengubah tatanan kehidupan yang telah ada dan sudah berlaku secara turun menurun. Pikukuh itu harus ditaati oleh masyarakat Baduy dan masyarakat luar yang sedang berkunjung ke Baduy. Peraturan tersebut yaitu Dilarang masuk hutan larangan leuweung kolot untuk menebang pohon, membuka ladang atau mengambil hasil hutan lainnya. Dilarang menebang sembarangan jenis tanaman, misalnya pohon buah-buahan, dan jenis-jenis tertentu. Dilarang menggunakan teknologi kimia, misalnya menggunakan pupuk, obat pemberantas hama penyakit, atau meracuni ikan. Berladang harus sesuai dengan ketentuan adat, dan sebagainya. Contoh Kearifan Lokal Tanah dan Air dalam Bidang Agama Solusi dari permasalahan lingkungan tidak hanya dengan teknologi dan metode ilmiah saja. Solusinya juga bisa dengan kepercayaan yang diajarkan dalam agama. Berikut ini konservasi menurut berbagai ajaran agama di Indonesia 1. Konservasi menurut ajaran Islam Dalam islam terdapat empat konsep yang dipahami sebagai cara untuk membangun pemahaman agama terhadap ekologi atau lingkungan. 1 taskhir penundukan, 2 abd kehambaan, 3 khalifah pemimpin, dan amanah dipercaya. Empat konsep tersebut berdasar dari konsep tujuan penciptaan alam semesta dan manusia. Secara seimbang, pandangan yang komprehensif akan memberikan pengetahuan yang baik pada relasi manusia dan lingkungan dalam kaitannya dengan keseimbangan alam. 2. Konservasi menurut ajaran Kristen dan Katolik Pada tahun 1967, sejarawan Lynn White Jr. mempublikasikan sebuah paper berjudul The Historic Roots of Our Ecological Crisis. Di dalamnya dia membahas tentang masyarakat kristiani yang sangat berhati-hati dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Hal itu didasarkan pada Injil yang menyatakan bahwa Tuhan telah mengutus Adam dan Ave untuk menguasai alam “Berhasil melipatgandakan, menundukkan, dan mengisi bumi, serta menguasai ikan-ikan di laut, unggas-unggas di udara, dan semua yang ada di bumi” Terjemahan bebas dari Genesis 128. Sehingga, ajaran Kristen memandang bahwa kerusakan lingkungan hidup sebagai bagian dan wujud dari perilaku manusia yang tidak sejalan dengan tujuan Tuhan menciptakan alam semesta. 3. Konservasi menurut ajaran HinduAjaran-ajaran agama Hindu yang dituangkan ke dalam upacara atau yadnya berlandaskan pada filsafat Tri Hita Kirana THK. THK terdiri dari tiga aspek yang dijalankan dalam kehidupan harmonis berkelanjutan. Pertama, Palemahan, yang mengatur keharmonisan manusia dengan lingkungannya, termasuk lingkungan hayati. Kedua, Parahyangan yang berarti mengatur hubungan manusia dengan Tuhan religius. Ketiga, Pawongan yang berarti mengatur hubungan antara manusia dengan masyarakat aspek sosial kemasyarakatan. Secara filosofis, ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Tidak hanya itu, tiga aspek tersebut juga telah menjadi tradisi komunal yang dimanifestasikan dalam berbagai kegiatan religius. 4. Konservasi menurut ajaran BudhaAgama Budha memandang terdapat hubungan antara kemoralan seseorang dengan kelestarian alam. Hal itu disebabkan karena peristiwa yang terjadi di alam ini saling berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tersebut ada pada terdapat pada komponen-komponen lainnya. Komponen itu tersusun dalam hukum paticcasamuppada. Hal ini berarti bahwa perilaku yang dilakukan oleh manusia sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup, dan lingkungan juga memberikan pengaruh terhadap manusia. Jika manusia merusak lingkungan, maka lingkungan akan memberikan dampak buruk bagi manusia. 5. Konservasi menurut aliran kepercayaan LainSalah satu aliran kepercayaan yang sampai saat ini berkembang di Indonesia adalah Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Komunitas ini lebih sering dikenal dengan Dayak Indramayu. Aliran kepercayaan ini mempunyai pandangan teologis tersendiri yang berbeda dengan agama lain. Mereka meyakini bahwa alam adalah sumber kehidupan, alam menjadi tempat tumbuh, dan matinya semua makhluk hidup termasuk manusia. Alam juga merupakan pencipta kehidupan. Mereka meyakini bahwa manusia lahir dari saripati alam. Sama halnya dengan seorang bayi yang lahir dari pertemuan sel ovum dan sperma kedua orang tuanya. Sel tersebut tercipta dari saripati makanan, dan makanan manusia diperoleh dari alam. Sehingga alam menjadi pusat proses juga Pengertian Kearifan Lokal Fungsi, Karakteristik, dan Ciri-Cirinya Strategi Pemberdayaan Komunitas dan Contoh Berbasis Kearifan Lokal - Pendidikan Kontributor Ega KrisnawatiPenulis Ega KrisnawatiEditor Dhita Koesno